BADES - Dalam Rangka Memperingati Hari Peringatan Sampah Nasional (HPSN) tahun ini tepat pada 21 Februari 2020 Kepala Desa Bades Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang mengajak seluruh jajaranya.
Dengan HPSN 2020, Indonesia Bersih, Indonesia Maju, Indonesia Sejahtera.
Berbagai kalangan yang ada di Desa mengikuti kegitan ini diantaranya TP PKK Desa, Taruna Dharma Bakti Muda, Kader NU bades dan UPZIS NU Bades, KIM BIMO Bades, HIMPAUDI Bades, Kader Posyandu Gerbangmas, dan berbagai unsur masyarakat, melaksanakan aksi nyata peduli sampah dengan bersih bersih serentak di dusun Krajan Desa Bades.
Dengan HPSN 2020, Indonesia Bersih, Indonesia Maju, Indonesia Sejahtera.
Berbagai kalangan yang ada di Desa mengikuti kegitan ini diantaranya TP PKK Desa, Taruna Dharma Bakti Muda, Kader NU bades dan UPZIS NU Bades, KIM BIMO Bades, HIMPAUDI Bades, Kader Posyandu Gerbangmas, dan berbagai unsur masyarakat, melaksanakan aksi nyata peduli sampah dengan bersih bersih serentak di dusun Krajan Desa Bades.
Di sela sela kegiatan ada yang menjadi sorotan ialah iseng/guyonan (jawa) bapak kepala desa memberikan sekuntum bunga berwarna merah kepada Ibu Ketua TP PKK DESA selaku istri, sontak serentak para personil memberikan aplous yang meriah.
Kepala Desa Bades, SAHID mengajak para warganya untuk lebih peduli sampah, maka dari itu dalam rangka tersebut perlu adanya inisiatif masyarakat, dalam kepedulian terhadap masalah sampah yang ada.
SAHID, Berharap inisiatif atau inovasi bagaimana bisa menagani Permasalahan sampah di masing masing tempat tinggal, Artinya masyarakat harus turut serta mendukung penanganan sampah di Desa, di manapun berada.
Selain itu, Komitmen yang berkelanjutan juga dilakukan dengan menyelesaikan pekerjaan rumah masing masing, misalnya bagi media (mitra desa) bisa bergerak menjadi kolaborator media secara sukarela memberitakan gerakan ini.
Adapun, para komunitas/organisasi yang ada di desa kolaborator memiliki pekerjaan rumah (desa Bades) untuk membuat suatu gerakan di wilayah sendiri, untuk Bades #BEBAS SAMPAH DI DESA melalui situs internet, media sosial yang ada dan saluran komunikasi untuk mengajak komunitas yang lain turut bergabung.
Yang tidak kalah pentingnya adalah, Partisipasi masyarakat agar beban pemerintah desa berkurang, kususnya dalam penanganan sampah. "kata beliau. YZA-KIM






0 komentar:
Posting Komentar